Showing posts with label TPA. Show all posts
Showing posts with label TPA. Show all posts

Friday, March 11, 2016

DAYCARE/TPA DIAN CERIA


Surabaya merupakan salah satu kota terpadat di Indonesia, oleh karena itu persaingan dikota ini sangat ketat dan masyarakat dituntut untuk produktif. Baik yang lajang maupun yang sudah berkeluarga dituntut bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bagi pasangan yang yang sudah berkeluarga, tak menutup kemungkinan mereka akan punya anak, sedangkan mereka ingin bekerja. Daycare atau biasa disebut TPA (Tempat Penitipan Anak) adalah solusi bagi keluarga produktif, oleh karena itu kami mendirikan “TPA DIAN CERIA”. “TPA DIAN CERIA” menjadi solusi bagi orang tua agar anaknya tetap cerdas meski ditinggal bekerja, selain itu dapat menjadi sarana anak untuk mengenal dunia pergaulan diluar rumah bersama dengan teman seusianya. Saat di TPA, anak juga diajarkan untuk bersosialisasi, menstimulus kemampuan motorik, bahasa dan juga kemandirian. Anak akan diajari untuk makan sendiri, lepas baju sendiri, mengangkat piring sendiri setelah makan. Untuk melatih kemandirian, perlu tahapan dan proses yang bertahap dan tergantung kondisi masing-masing anak.


Pendaftaran : Senin - Jumat pukul 08.00 - 15.00

Program “DAYCARE DIAN CERIA”
Hari Senin – Jum’at     : 07.00 – 16.00
Hari Sabtu                   : 07.00 – 12.00

CATATAN :
1.    Menerima penitipan anak mulai umur 2 tahun.
2.   Anak mendapatkan makan ketika jam makan siang.
3.    Membawa perlengkapan mandi, baju ganti, handuk, obat-obatan, dll
4.    Jika menitipkan anak lebih dari jam diatas, maka dihitung lembur dan membayar Rp. 5000/ perjanjian dengan bundanya.



Wednesday, March 9, 2016

ASPEK PEMBELAJARAN

KB-TK DIAN CERIA tidak hanya fokus pada belajar membaca, menulis dan berhitung (CALISTUNG). Kami fokus pada perkembangan sesuai dengan tingkat usia anak. Bermain adalah cara anak untuk belajar, oleh karena itu kami melakukan berbagai permainan yang mendukung perkembangan anak sesuai aspek-aspeknya. Aspek-aspek yang perlu dicapai antara lain:

Aspek Moral dan Agama
Aspek moral dan agama merupakan hal yang sangat mendasar dan akan menjadi fondasi bagi kehidupan anak pada masa depannya. Kemampuan yang ingin dicapai pada aspek ini adalah melatih anak melalui pembiasaan beribadah dengan cara yang menyenangkan, mencintai Allah dan Rasulullah SAW sejak dini. Sehingga akan terwujud akhlaqul karimah, ikhlas, jujur, dan senantiasa menjalankan perintah agama. 
Aspek Fisik/Motorik
Aspek ini merupakan pengembangan kemampuan mengontrol gerakan-gerakan tubuh, baik gerakan motorik halus dan gerakan motorik kasar, dan juga menerima rangsangan melalui panca indera. 
Aspek Bahasa
Aspek bahasa merupakan aspek yang bertujuan mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan baik. Kemampuan berkomunikasi sangat penting untuk belajar dan menjalin hubungan dengan sesama. Oleh karena itu, Bahasa merupakan alat komunikasi yang perlu dilatih sejak dini.

Aspek Kognitif
Kemampuan yang ingin dicapai pada aspek ini adalah kemampuan berpikir logis, kritis, memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat. Kemampuan berfikir sangat penting gunanya untuk masa depan nanti, oleh karena itu kemampuan berpikir harus dilatih sejak dini.  

Aspek Sosial Emosional
Kemampuan yang ingin dicapai pada aspek ini adalah pengembangan memahami lingkungan alam, lingkungan sosial, menghargai keragaman sosial dan budaya memiliki kontrol diri maupun mengembangkan rasa memiliki. Kemampuan-kemampuan tersebut sangat penting untuk dimiliki seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungannya dan agar dapat hidup berdampingan pada pergaulan yang luas dan selektif. Kesuksesan kehidupan seseorang tidak hanya ditentukan dari faktor kecerdasan atau nilai ujian yang tinggi, namun juga harus didukung dengan baiknya kecerdasan sosial emosional.  
Aspek Kemandirian
Dewasa ini, sering kita jumpai anak-anak yang terbiasa seluruh kebutuhan hidupnya selalu dilayani, dibantu dan disediakan. Kondisi ini diciptakan karena orang tua sangat menyayangi anak, mengasihani anak, dll. Akibatnya, anak menjadi malas dan tidak mandiri. Oleh karena itu, aspek kemandirian perlu dikembangkan dan dipupuk sejak dini. 
 
 Aspek Seni
Seni adalah salah satu aspek untuk membuat dunia menjadi lebih indah. Jika tanpa seni, dua terasa datar dan hambar, sehingga anak perlu dikenalkan pada seni sejak usia dini. Seni juga membuat seseorang menjadi lebih kreatif, menghargai keindahan, dan bisa juga membuat seseorang melihat permasalahan dari perspektif yang berbeda. Ada beberapa cara pengembangan seni untuk anak-anak, diantaranya dengan mengajari anak agar peka terhadap irama misalnya dengan bernyanti, tepuk, nada, birama. Selain itu juga mengajari anak untuk menghasilkan karya kreatif seperti mewarnai, menggambar, dll.    

Monday, March 7, 2016

KELOMPOK BERMAIN - TAMAN KANAK-KANAK - DAYCARE - LBB

Berawal dari kesadaran akan pentingnya pendidikan anak sejak usia dini dan besarnya peran pendidikan yang dapat berpengaruh dalam dunia luas, maka dibentuklah Rumah Belajar “DIAN CERIA”. Mengacu pada teori tabula rasa, manusia lahir seperti kertas putih oleh karena itu tergantung bagaimana lingkungan sekitar membentuk karakter anak.
             
Pada usia 3-6 tahun disebut sebagai “usia emas”, karena pada masa ini kemampuan motorik dan bahasa anak sedang berkembang sehingga anak memiliki inisiatif untuk mengeksplorasi lingkungan. Namun, karena kemampuan anak masih terbatas, maka dibutuhkan peran pengajar yang tepat untuk membimbing, mengarahkan dan memotivasi anak.      

PROGRAM RUMAH BELAJAR DIAN CERIA:
1. Kelompok Bermain (KB)
2. Taman Kanak-kanak (TK)
3. DAYCARE (Taman Penitipan Anak)
4. Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) 
VISI
Menjadi rumah belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar untuk membentuk anak menjadi kreatif, ceria, cerdas dan berakhlak.

MISI
-          Menciptakan lingkungan yang nyaman, aman, bersih dan ceria.
-          Membekali anak dalam ilmu pengetahuan dan ilmu agama.
-          Mengasah ketrampilan dan kreatifitas anak.
-          Mengasah kepedulian anak terhadap lingkungan.

PROGRAM PEMBELAJARAN
CALISTUNG
English kids
Story telling
Parenting
Cooking Class
Belajar Sholat
Dll.

FASILITAS
Ruang kelas yang memadai.
Sarana bermain & belajar.
Mainan Edukasi untuk menstimulasi motorik dan bahasa anak.

email: rumahdianceria@gmail.com
 

Wednesday, October 21, 2015

S.M.A (Super Mom Activity) : Membuat Hantaran

Seorang manusia hendaknya tidak membatasi diri dan harus selalu mau belajar, untuk belajar tidak ada batasan usia. Belajar adalah cara manusia untuk mengembangkan diri. Dengan belajar, kita memperoleh ilmu dan ilmu menentukan kualitas hidup manusia. 

Rumah belajar DIAN CERIA tidak hanya menyediakan pendidikan bagi anak-anak, namun juga bagi siapa saja yang ingin belajar. Kali ini, kami memberikan pelatihan kepada mama-mama KB-TK DIAN CERIA dan ibu-ibu di lingkungan sekitar Rumah Belajar. Pelatihan yang diberikan kepada mama-mama berjudul S.M.A, singkatan dari Super Mom Activity. S.M.A diadakan enam bulan dua kali, atau dua kali per-semester.

Tema pelatihan kali ini adalah membuat hantaran.

Bahan yang diperlukan :
1. Handuk
2. Cutter
3. Jarum pentul
4. Kertas kardus
5. Kertas untuk hiasan
6. Koran

Handuk tersebut di kreasikan sehingga berbentuk kelinci, setelah bentuk kelinci jadi diberi hiasan dan siap dijadikan hantaran :)

Selama proses pelatihan (serius sekali ) ^^
Kelinci sudah jadi. Lucu sekali ya sampai anak-anak gemes.
Bentuk hantaran yang sudah jadi
Pelatihan hari ini telah selesai dan mereka yang terlibat sangat senang sekali. Semoga dapat bermanfaat bagi banyak orang. Amiin...


Friday, August 28, 2015

Pentingnya Storytelling Bagi Psikologi Anak

Saat ini, zaman telah berubah menjadi zaman serba canggih dan serba eletronik. Kegiatan mendongeng untuk anak-anak sudah kurang populer lagi. Sejak bangun sampai tidur, mereka dihadapkan pada tayangan televisi yang menyajikan beragam acara, mulai film, sinetron, kuis dan kebanyakan bukan tontonan yang layak untuk anak-anak. Kalaupun anak bosan dengan acara televisi, gadget menjadi "pelarian" untuk seperti bermain video game, mendengarkan musik, dll. 

Padahal, ada suatu kegiatan yang dapat memberikan banyak manfaat, tidak hanya untuk anak tetapi juga untuk orang tua yang melakukannya. Kegiatan itu adalah mendongeng atau storytelling. Kegiatan ini dapat mempererat ikatan dan melatih komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak.  


Menurut para pakar Psikologi, banyak manfaat yang digali dari kegiatan mendongeng. Antara lain :

1. Anak dapat mengasah daya pikir dan imajinasi
Ketika menonton televisi, belum tentu dapat meningkatkan daya pikir dan imajinasi. Karena anak hanya menerima informasi yang ada di layar. Jika anak diberi dongeng, ia dapat membentuk visualisasinya sendiri dari cerita yang didengarkan. Ia dapat membayangkan seperti apa tokoh-tokoh, situasi yang muncul dari dongeng tersebut.
2. Cerita atau dongeng merupakan media yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai Moral dan Etika.
Pada cerita dongeng, sering ditemui adanya nilai moral dan etika. Misalnya nilai kejujuran, rendah hati, setia kawan, kerja keras, maupun nilai yang terkandung pada kegiatan sehari-hari. Anak juga dapat memahami mana yang perlu ditiru dan yang tidak boleh ditiru. 
3. Menumbuhkan minat baca anak.
Setelah anak tertarik kepada dongeng yang telah diceritakan orang tua, anak diharapkan menumbuhkan ketertarikan pada buku. Karena anak dapat ingin tahu lebih banyak mengenai cerita maupun ilmu pengetahuan.


Selain tiga poin diatas, mendongeng juga memiliki manfaat-manfaat yang lain seperti:
- Efektif untuk meningkatkan human touch/kepekaan/sentuhan manusiawi pada anak.
- Dongeng menjadi alternatif lain untuk memberikan nasihat kepada anak sehingga anak mau mendengarkan dan menurut apa yang dikatakan orang tua maupun guru
-  Selain itu mereka akan belajar berempati terhadap lingkungan sekitar dengan cerita dongeng yang isinya mendidik dan mengandung nilai-nilai positif dalam kehidupan

Sampai disini pembahasan kami mengenai pentingnya storytelling/mendongeng bagi anak, semoga bermanfaat.





Wednesday, August 26, 2015

Mengenal Kreativitas

"Apa itu kreativitas ?"
"Perlukah kreativitas ?"
"Apa manfaat kreativitas?"
Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu sering kita pikirkan ketika mendengar kata "kreativitas". 
Banyak diantara kita, yang salah mendefinisikan arti kreatif dan terampil. Seseorang yang pandai membuat sesuatu, belum tentu dia kreatif bisa jadi dia hanya terampil.

Definisi kreavifitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Kata kunci kreativitas adalah "baru", artinya dapat memodifikasi atau menggabungkan ide yang sudah ada. Kita tidak dikatakan kreatif jika tidak menghasilkan sesuatu yang baru. Kreatif tidak hanya terpaku pada pada hasil barang yang diciptakan, melainkan juga dapat berupa kegiatan imajinatif bahkan suatu cara yang digunakan untuk memecahkan masalah.

Menurut Psikolog Universitas Tarumanegara, Henny Wirawan, kreativitas merupakan hal penting dalam kehidupan manusia. Alasannya, kreativitas dapat membuat manusia lebih produktif, dapat meningkatkan kualitas hidup, serta dapat mencari jalan keluar dari sebuah permasalahan. Beliau menegaskan bahwa kreativitas perlu dipupuk sejak usia dini, karena pada usia dini, anak lebih mudah untuk menstimulasi kreativitas.

Di RUMAH BELAJAR DIAN CERIA, siswa dilatih dan di stimulus untuk lebih kreatif dengan memberikan materi yang sesuai dengan level perkembangan anak dan anak dilatih untuk menerima stimulasi yang diberikan oleh pengajar/bunda.
Salah satu materi yang diberikan untuk mengasah kreativitas adalah membuat pohon sakura. Anak diminta untuk mewarnai pohon sakura, kemudian di ujung batang pohon tersebut akan diberi bunga-bunga dengan stempel botol bekas yang telah dilumuri cat.
Berikut aktivitasnya:

Saat mewarnai
Anak-anak diajari untuk mewarnai pohon sakura yang kemudian akan di "cap/stempel" dengan botol yang telah dilumuri cat. Setelah selesai mewarnai, anak-anak membawa hasilnya kepada Bunda. Selanjutnya, Bunda akan membimbing anak untuk menstempel hasil karyanya dengan botol. 

Saat anak-anak dibimbing untuk menstempel pohon sakura

Ini lah pohon sakura hasil karya anak-anak KB-TK Dian Ceria. Bagus yaa...

Selain pohon sakura, hasil karya yang lain adalah lampion. Kali ini, yang terlibat tidak hanya peserta didik KB-TK DIAN CERIA, namun mama-mama juga ikut berkreativitas. 
Bahan untuk membuat lampion cukup mudah, yaitu botol bekas, cutter dan cat.

proses cutting

proses colouring

lampion yang sudah di cat langsung dijemur supaya cepat kering.

Lampion yang sudah kering, kemudian dipasang di halaman RUMAH BELAJAR DIAN CERIA. Subhanallah... saat ini RUMAH BELAJAR DIAN CERIA menjadi lebih cantik berkat hasil karya dari peserta didik dan mama-mama :)


Sampai disini dulu ya teman-teman pembahasan "mengenal kreativitas". Semoga bermanfaat :)